Uncategorized

Hanya Bawa Pulang 8 Medali, Karate UNS Maksimalkan Latihan Lagi

2 Oct , 2017  

Tim karate UNS kembali berlaga di kejuaraan karate yaitu Kejuaraan Nasional Karate Piala Walikota Surakarta 2017 pada 29 September-1 Oktober 2017 di GOR Manahan Solo.

 

Kejuaraan Nasional Karate Piala Walikota Surakarta atau yang pada tahun sebelumnya bertajuk Walikota Surakarta Cup merupakan kejuaraan karate dua tahunan yang diselenggarakan oleh Solo Karate Club untuk memperebutkan tropi Walikota Surakarta.

 

Sebanyak 29 atlet karate UNS yang turun dalam kejuaraan ini hanya mampu memperoleh 8 medali yaitu 3 perak dan 5 perunggu.

 

Medali perak diraih oleh Lisma Dany Syafriuddin di kelas Kumite +84 kg senior putra, Ngalim Amriadi di kelas Kata senior putra, dan Tiara Pinky Maharani, Iis Dwi Cahyani, serta Ginta Persada di kelas Kata beregu senior putri.

 

Sedangkan medali perunggu diraih oleh Indah Dwi Prastiwi di kelas Kumite -50 kg senior putri, Ginta Persada di kelas -61 kg Kumite senior putri, Iis Dwi Cahyani di kelas Kumite -68 kg senior putri, Ngalim Amriadi di kelas Kumite -67 kg senior putra, dan Bayu Kusuma Jati di kelas -55 kg senior putra.

 

Pencapaian ini menjadi evaluasi para atlet untuk latihan lebih keras dan rutin agar menguasai teknik dan mendapatkan hasil yang maksimal di kejuaran-kejuaraan mendatang.

 

Faktor kesiapan juga menjadi alasan utama para atlet dalam menghadapi kejuaraan ini. Mereka berlatih training centre (TC) kurang dari sebulan atau lebih kurang tiga minggu.

 

Namun hal ini tidak melunturkan semangat mereka untuk terus berlatih dan mengikuti kejuaraan, hal ini diungkapkan oleh Maya, salah satu atlet.

 

“Nggak bakal kapok, mbak, malah harus sering-sering latihan lagi. Evaluasi diri, nonton video pas main tadi, terus diperbaiki lagi yang kurang”.

 

Tim official juga memberikan motivasi dan semangat, memberi imbauan untuk tidak berkecil hati dan menjadikan sebagai pelajaran.

 

“Sudah maksimal, ya segini dapatnya. Tetep semangat latihan, TC, kita masih banyak kejuaraan”, ungkap Irza, salah satu official.