Event,Pengurus,Uncategorized

Latihan Perdana sebagai ‘Samaru’ Calon Anggota

30 Aug , 2017  

Mahasiswa baru di Universitas Sebelas Maret akan diberikan fasilitas pengenalan kehidupan kampus mulai dari tingkat universitas, fakultas, maupun program studi. Ini dilakukan untuk memberikan informasi dan gambaran tentang kampus kepada mahasiswa baru serta juga untuk menyambut mereka karena telah menjadi mahasiswa baru dan menjadi bagian dari UNS. Sama dengan hal tersebut, kegiatan ini juga dilakukan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) INKAI UNS yaitu dengan menggelar latihan perdana yang digelar pada Senin (28/08) di Student Centre UNS.

 

Latihan perdana merupakan kegiatan tahunan yang diadakan untuk menyambut calon anggota UKM INKAI UNS. Kegiatan ini sebagai temu awal dengan calon anggota baru UKM INKAI UNS yang didalamnya termasuk pengenalan UKM INKAI UNS, pengenalan karate, pemberian motivasi, dan membuka mata mahasiswa baru tentang UKM INKAI UNS.

 

Latihan perdana ini diikuti oleh 94 calon anggota yang telah mendaftar melalui kegiatan Expo UNS 2017 dan open recruitmen yang dilakukan UKM INKAI UNS. Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri oleh pembina UKM INKAI UNS dan senior INKAI serta turut didukung oleh anggota UKM INKAI UNS.

 

Kegiatan diawali dengan tradisi yaitu pengucapan sumpah karate dan penghormatan-penghormatan. Setelah itu adalah pembekalan dan pemberian motivasi kepada calon anggota oleh Sensei Edi selaku senior INKAI. Beliau mengatakan bahwa memilih karate, terlebih INKAi, merupakan suatu keputusan yang tepat. Karena bukan hanya proteksi diri atau olahraga, namun kita akan mendapatkan nilai-nilai kehidupan apabila mendalami karate yaitu dengan menerapkan dan mengamalkan sumpah karate.

 

Kegiatan dilanjutkan dengan pengenalan basic-basic karate seperti penghormatan, sikap siap, dan kepalan tangan. Calon anggota UKM INKAI UNS sebagian besar belum pernah mengikuti karate. Mereka sangat antusias dalam kegiatan ini, memperhatikan lalu mempraktikan.

 

“Saya pengen mendalami karate selain untuk melindungi diri saya, kan saya cewek, juga supaya biar percaya diri aja. Nanti juga pengen ikut kejuaraan-kejuaraan”, ungkap Rina Wati salah satu calon anggota UKM INKAI UNS.

 

Kegiatan latihan perdana ditutup dengan evaluasi oleh pembina UKM INKAI UNS, Sensei Agus Margono.

 

“Perhatikan basicnya, kuda-kudanya itu harus. Teknik-teknik yang lain nanti akan mengikuti kalo kuda-kudanya bagus”, pesan beliau kepada calon anggota UKM INKAI UNS.

 

Beliau juga menambahkan untuk menanamkan dalam diri bahwa karate itu sebuah kebutuhan, sebuah kegiatan untuk selalu bergerak, untuk menciptakan kedisiplinan dan semangat berprestasi sesuai dengan sumpah karate.-dew

Event

UKM INKAI UNS Tampil Beda di Expo UNS 2017

24 Aug , 2017  

Institut Karate-do Indonesia (INKAI) UNS memperkenalkan eksistensinya sebagai sebuah Unit Kegiatan Mahasiswa yang bergerak dalam bidang seni bela diri di Universitas Sebelas Maret dalam acara Expo UNS 2017.

Semar sebagai icon Kejuaraan Sebelas Maret Cup.

Expo adalah sebuah kegiatan tahunan dalam rangkaian Pekan Kenal Kampus Mahasiswa Baru. Expo 2017 berlangsung selama empat hari, 19-22 Agustus 2017 di Auditorium UNS dengan mengangkat tema ‘Aktif dan Berbudaya’.

Expo berguna untuk mengenalkan organisasi-organisasi mahasiswa dan lembaga atau Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang terdapat di Universitas Sebelas Maret Surakarta kepada mahasiswa baru.

Keberadaan lembaga ataupun organisasi mahasiswa di dalam tubuh universitas adalah salah satu usaha untuk mengembangkan potensi mahasiswa sehingga diharapkan energi dan potensi yang dimiliki para pemuda khususnya mahasiswa tidak dihabiskan untuk kegiatan-kegiatan yang bersifat sia sia.

Selain itu, lembaga dan organisasi mahasiswa juga berguna untuk meningkatkan karakter, sifat kritis dan menghidupkan kembali kebudayaan bangsa yang akhir-akhir ini semakin memudar.

“Harapan saya ke adek-adek maru semoga banyak yang mendaftar atau mengikuti ormawa-ormawa yang ada di UNS”, ungkap Anisa salah satu panitia Expo UNS 2017.

“Jadilah mahasiswa yang aktif berorganisasi, jangan cuma kuliah pulang-kuliah pulang. Bekali juga kemampuan softskill yang bisa didapatkan dan diasah melalui kegiatan organisasi”, tambah Anisa.

Expo UNS 2017 diikuti oleh 27 organisasi mahasiswa dan unit kegiatan mahasiswa tingkat universitas, salah satunya UKM INKAI UNS.

Pada Expo 2017, UKM INKAI UNS tampil beda dari tahun-tahun sebelumnya. Karena tak hanya menampilkan tim perform yang membawakan beberapa atraksi-atrasi spektakulernya seperti bunkai dan kata, tetapi juga menampilkan badut Semar sebagai salah satu ikon baru UKM INKAI UNS.

Tim perform UKM INKAI UNS pada Expo 2017 terdiri atas 20 anggota dari berbagai angkatan gashuku dan bahkan terdapat mahasiswa baru yang turut berpartisipasi dalam kegiatan ini. Mahasiswa baru tersebut antara lain Bayu Kusuma, Syafri, Muchlis Fakhri, Imam Sinatrya, Dea Fitriani, dan Maya Anggita.

Dalam durasi sepuluh menit, MC juga menyebutkan perolehan kejuaran yang diraih karate UNS sepanjang tahun 2017 ini. Tidak lupa juga mempromosikan event terbesar dan kebanggaan INKAI UNS yaitu Sebelas Maret Cup (Semar Cup) yaitu kejuaraaan karate antar mahasiswa yang pada 2017 ini telah mencapai kelas Asia Tenggara.

Ajang Expo ini digunakan UKM INKAI UNS untuk menarik perhatian mahasiswa baru untuk bergabung dan merekrut agar menjadi bagian dari UKM INKAI UNS. Berbagai upaya dilakukan, selain dengan menampilkan tim perform yakni dengan adanya fasilitas stand dari panitia Expo yang didesain semenarik mungkin yaitu salah satunya dengan adanya display karate-gi atau seragam karate.

Selain itu, foto-foto kegiatan UKM INKAI UNS selama setengah periode kepengurusan 2017 juga ditampilkan untuk memberi gambaran kepada calon anggota tentang berbagai program kerja di UKM INKAI UNS.

Mahasiswa baru yang mengunjungi stand sangat antusias dan aktif bertanya tentang UKM INKAI UNS mulai dari jadwal latihan, event-event UKM INKAI UNS, dan pencapaian-pencapaian yang diraih.

Tercatat hingga hari terakhir Expo terdapat 55 mahasiswa baru yang mendaftar dan telah menyelesaikan admistrasi. Pencapaian ini diluar calon anggota yang baru menyumpulkan formulir, dan diprediksi calon anggota UKM INKAI UNS akan terus bertambah.-dew

Event,Prestasi

Peroleh 5 Emas, Tim Karate UNS Siap Maju ke POMNAS

11 Aug , 2017  

Semarang (10/08) Tim Karate UNS kembali menorehkan tinta emas di Pekan Olahraga Mahasiswa Provinsi (POMPov) Jawa Tengah di Gor Manunggal Jati Semarang.

Pekan Olahraga Mahasiswa Provinsi (POMProv) Jawa Tengah adalah ajang olahraga provinsi antar rayon untuk mahasiswa perguruan tinggi tingkat sarjana dan diploma di Jawa Tengah. Pomprov Jateng cabang olahraga karate diikuti oleh 3 rayon yaitu Rayon I (Semarang dan sekitarnya), Rayon II (Solo Raya), dan Rayon III (Purwokerto dan sekitarnya).

Tim karate UNS mewakili Rayon II maju ke Pomprov bersama dengan tim karate Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dan Universitas Tunas Pembangunan (UTP). Ketiga tim karate tersebut sebelumnya telah mengikuti POM Rayon dan mendapatkan emas serta perak di berbagai kelas.

Tim karate UNS menurunkan 14 atlet dalam Pomprov ini. Kurang lebih 2 minggu sebelumnya, mereka telah berlatih untuk mempersiapkan kejuaraannya. Hal ini terbukti dengan perolehan 14 medali yaitu 5 emas, 7 perak, dan 2 perunggu. Perolehan ini menempatkan UNS pada urutan kedua mengungguli 16 perguruan tinggi lainnya.

Lima emas tersebut didapatkan oleh kelas Kata beregu putri (Tiara Pinky, Iis Dwi, Ginta Persada), Kumite +68 kg putri (Theresiana Ita), Kumite -68 kg putri (Aprilia Yustiana), Kumite -55 kg putri (Ajeng Mutia), dan
Kumite -70 kg putra (Robby Antonius). Selanjutnya kelima atlet tersebut akan berjuang di Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNas) mewakili Jawa Tengah di Makassar, Oktober mendatang.

Kedelapan atlet tersebut kini telah memulai mempersiapkan diri untuk POMNas, hal ini disampaikan oleh salah satu atlet, Tiara Pinky.

“Menurutku, peserta pomprov yang dapet tiket ke pomnas harus dimaksimalkan utamanya dari segi persiapan. Mungkin perlu adanya jam terbang tambahan sebagai tolok ukur para atlet,”

Tiara menambahkan bahwa pentingnya program latihan mandiri dan pemusatan latihan (training center) perlu dilakukan agar dapat terpantau sejauh mana progres atlet secara keseluruhan. –dew